News & Event

Mengenal Berbagai Tipe Refrigeran (Freon), Dari Masa Lalu Hingga Generasi Ramah Lingkungan 29 Oktober 2025

* Click image to view large

Refrigeran, yang sering dikenal dengan nama dagang Freon (merek dagang yang dipatenkan oleh DuPont), adalah zat kimia yang berperan penting dalam sistem pendingin udara (AC), lemari es, dan chiller. Zat ini berfungsi menyerap panas dari satu area dan melepaskannya ke area lain melalui perubahan fase (cair menjadi gas dan sebaliknya).

Seiring berkembangnya zaman dan meningkatnya kesadaran lingkungan, tipe-tipe refrigeran terus berevolusi. Klasifikasi utama refrigeran didasarkan pada komposisi kimia dan dampaknya terhadap lingkungan, khususnya terhadap penipisan lapisan ozon (Ozone Depletion Potential - ODP) dan pemanasan global (Global Warming Potential - GWP).


 

1. Generasi Pertama: CFC (Chlorofluorocarbons) - Yang Sudah Dilarang

 

Tipe refrigeran ini adalah pelopor dalam industri pendingin, namun kini telah dilarang secara global karena dampak buruknya terhadap lapisan ozon (ODP tinggi).

  • R-12: Dahulu sangat populer digunakan pada lemari es dan AC mobil lama. Refrigeran ini memiliki ODP yang sangat tinggi dan telah dilarang oleh Protokol Montreal.

 

2. Generasi Transisi: HCFC (Hydrochlorofluorocarbons) - Menuju Penghapusan

 

HCFC dikembangkan sebagai solusi sementara pengganti CFC. Meskipun memiliki ODP yang jauh lebih rendah daripada CFC, HCFC masih mengandung klorin, sehingga penggunaannya terus dibatasi dan secara bertahap dihapus (phase-out) di banyak negara.

  • R-22 (Freon 22): Ini adalah tipe refrigeran yang paling umum digunakan di AC rumah tangga di Indonesia selama beberapa dekade. Meskipun efisien dalam mendinginkan, R-22 memiliki GWP yang tinggi dan ODP yang kecil, sehingga produksinya telah dibatasi dan akan segera dihentikan sepenuhnya.


 

3. Generasi Modern: HFC (Hydrofluorocarbons) - Fokus pada GWP

 

HFC adalah generasi refrigeran yang tidak mengandung klorin, yang berarti memiliki ODP nol (nol Ozone Depletion Potential). Refrigeran ini menjadi pengganti utama HCFC. Namun, kekurangannya adalah GWP-nya yang masih sangat tinggi, menjadikannya kontributor signifikan terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global.

  • R-410A: Ini adalah pengganti utama R-22 yang kini dominan digunakan pada sebagian besar AC split rumahan dan komersial ringan baru. R-410A bekerja pada tekanan yang jauh lebih tinggi daripada R-22 dan menawarkan efisiensi energi yang lebih baik. Namun, GWP-nya tinggi.

  • R-134a: Umumnya digunakan pada AC mobil, lemari es, dan chiller besar. Meskipun ODP-nya nol, ia juga termasuk refrigeran dengan GWP tinggi.

 

4. Generasi Terbaru: HFO, HC, dan Campuran (Solusi Rendah GWP)

 

Menanggapi krisis iklim, industri kini beralih ke generasi refrigeran dengan GWP sangat rendah atau bahkan GWP nol, sesuai dengan amandemen Kigali pada Protokol Montreal yang menargetkan pengurangan HFC.

Tipe Refrigeran Klasifikasi Kimia GWP (Pemanasan Global) Aplikasi Khas Keunggulan Utama
R-32 HFC Sedang (Lebih Rendah dari R-410A) AC Rumah Tangga Baru Lebih efisien dan GWP 2/3 lebih rendah dari R-410A.
R-290 Hidrokarbon (HC) Sangat Rendah (3) Kulkas, AC Komersial Kecil GWP mendekati nol, sangat efisien energi. Mudah terbakar.
R-600a Hidrokarbon (HC) Sangat Rendah (3) Lemari Es Rumah Tangga GWP mendekati nol, sangat efisien. Mudah terbakar.
HFO (seperti R-1234yf) Hydrofluoroolefin Sangat Rendah (< 1) AC Otomotif, Chiller Pilihan masa depan yang paling ramah lingkungan.

 

Tantangan Refrigeran Generasi Baru

 

Tipe refrigeran terbaru, seperti R-32, R-290, dan R-600a, membawa tantangan baru terkait keamanan. Banyak di antaranya diklasifikasikan sebagai mudah terbakar (flammable). Oleh karena itu, sistem pendingin yang menggunakannya memerlukan desain khusus, prosedur penanganan yang ketat, dan ventilasi yang memadai untuk meminimalkan risiko.


 

Kesimpulan

 

Perkembangan tipe refrigeran mencerminkan upaya global untuk menyeimbangkan kebutuhan akan pendinginan dengan tanggung jawab lingkungan. Sementara R-22 dan R-410A masih umum, masa depan industri HVAC akan didominasi oleh refrigeran dengan GWP sangat rendah seperti R-32, R-290, dan HFO, mendorong transisi menuju teknologi pendinginan yang lebih hijau dan berkelanjutan.